Sejarah Singkat

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) didirikan pada tanggal 1 April 1982 dan merupakan fakultas ke-10 di lingkungan Universitas Syiah Kuala. Pendirian FK USK merupakan bagian dari pengembangan Universitas Syiah Kuala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kedokteran dan tenaga medis, khususnya di Provinsi Aceh.

Dalam perkembangannya, FK USK terus mengembangkan pendidikan dalam bidang kedokteran dan kesehatan pada jenjang sarjana, profesi, magister, doktor, spesialis, dan subspesialis. Pada periode akademik 2025/2026, FK USK mengelola 32 program studi yang terdiri atas dua program sarjana, yaitu Pendidikan Dokter dan Psikologi; satu Program Profesi Dokter; satu Program Profesi Psikolog; tiga program magister, yaitu Magister Kesehatan Masyarakat, Magister Sains Biomedis, dan Magister Kedokteran Tropis; 21 Program Pendidikan Dokter Spesialis; satu Program Doktor Ilmu Kedokteran; serta tiga Program Pendidikan Dokter Subspesialis.

Universitas Syiah Kuala ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum pada tanggal 20 Oktober 2022 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Syiah Kuala. Perubahan status tersebut memberikan otonomi yang lebih luas kepada USK dalam pengelolaan bidang akademik dan nonakademik serta menjadi dasar bagi FK USK untuk meningkatkan tata kelola, mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, inovasi, dan kerja sama.

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan dokter spesialis kedokteran jiwa di Provinsi Aceh, wilayah Sumatera, dan Indonesia. Pembukaan program studi ini memiliki arti strategis karena masih terbatasnya jumlah dan distribusi dokter spesialis kedokteran jiwa, sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa terus meningkat. Kondisi tersebut berkaitan dengan tingginya beban gangguan jiwa, penyalahgunaan zat, permasalahan psikososial, serta dampak bencana terhadap kesehatan jiwa masyarakat.

Karakteristik Aceh sebagai wilayah yang memiliki risiko bencana turut menjadi dasar pengembangan keunggulan Program Studi PPDS Kedokteran Jiwa dalam penanganan gangguan cemas pada anak terkait bencana sebagai bagian dari disaster mental health. Keunggulan tersebut dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan jiwa dengan memanfaatkan rumah sakit pendidikan utama, rumah sakit jejaring, puskesmas, sekolah, serta institusi mitra.

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dibuka berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 4489/UN11/KPT/2024 tentang Pembukaan Program Studi Kedokteran Jiwa pada Program Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Selanjutnya, program studi memperoleh status Terakreditasi Pertama berdasarkan Keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia Nomor 0032/LAM-PTKes/Akr.TP/Pro/X/2025 tentang Terakreditasi Pertama Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.